Rabu, 28 Agustus 2013

BBM NAIK KESEJAHTERAAN TURUN




Rencana pemerintah pusat menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) semakin menuai kontra dari berbagai pihak khususnya dari pihak akadamik yang notabenenya adalah kaum pejuang intelektual yaitu maha siswa. Beberapa hari terakhir mahasiswa yang berlatar belakang Universitas Islam di Sulawesi gencar melakukan aksi demo walaupun sampai harus bentrok dengan aparat keamanan bahkan sampai bentrok dengan warga setempat.
Selain itu berbagai lembaga maupun organisasi masyarakat (ormas) seperti Hizbur Tahrir Islam di bandung sudah melancarkan aksi demo di berbagai daerah di Bandung Jawa Barat. Aksi demo ini diprediksi semakin panas sampai DPR RI menandatangani surat keputusan presiden terkait dengan keanikan BBM.
Kenaikan BBM nampaknya bukan hanya dikhawatirkan oleh para maha siswa namun tidak terkecuali oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya masayarakat Bangka yang persentase penduduknya adalah didominiasi oleh para pelaut. Bangka sebagai daerah yang dikelilingi oleh laut memiliki potensi suber daya ikan yang sangat tinggi sehingga kebanyakan masayarakat perprofesi sebagai pelaut.
Dengan naiknya BBM maka diprediksi para pelaut akan kesulitan untuk membeli BBM untuk kebutuhan kapal-kapal mereka karena kebanyak dari mereka hanyalah nelayan kecil yang berpenghasilah rendah dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja sehingga mereka tidak akan mampu membeli BBM sebagai unsur utama aktivitas melaut mereka.
Dengan naiknya BBM berarti nelayan akan menaikan harga ikan yang merupakan lauk pavorif masyarakat Bangka sehingga bakyak masyarakat miskin di Bangka tidak mampu mem beli ikan karena linjakan harga yang drastis. Padahal ikan lauk yang sangat digemari oleh masayarakat Bangka dari semua kalangan dan ikan merupakan sumber protein tinggi sehingga jika masayarakat tidak lagi mengkonsumsi ikan maka akan beresiko pada terhalangnya pertumbuhan gizi masayarakat sehingga kesejahteraan pangan masayaraakat Bangka akan menurun.   

Selasa, 27 Agustus 2013

Syaikh Ibn ‘Atha’illah As-Sakandari Al-Hikam


TERTUNDANYA PENGABUAN DO’A
“Terlambat datangnya pemberian (Allah), mesti sudah dimohonkan berulang-ulang, janganlah membuatmu patah harapan. Karena Dia telah menjamin untuk mengabulkan permintaanmu sesuai dengan apa yang Dia pilihkan untukmu, bukan menurut keinginan engkau sendiri. Juga dalam waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau inginkan.”

RUH DARI AMAL ADALAH KEIKHLASAN
“Amal itu beragam, lantaran beragamnya keadaan yang menyelinap ke dalam hati (jiwa). Amal itu merupakan kerangka yang tetap (mati, tidak bergerak), dan ruhnya ialah keikhlasan yang ada (melekat) padanya.”

JANGAN SIA-SIAKAN KESEMPATAN UNTUK BERAMAL SHAEH
“Menunda beramal shaleh guna menantikan kesempatan yang lebih luang, termasuk tanda kebodohan jiwa.”

Syaikh Ibn ‘Atha’illah As-Sakandari
Al-Hikam


TOLERANSI KEBERAGAMAN




Oleh: Ahmad Habibi Ibn Ruslan_Jasimany
 (Sang Pecinta Kebijaksanaan)

Bangka merupakan kepulauan yang memiliki corak ras, suku dan agama yang variatif sehingga bersifat multi_pluralis. Selain sebuah pulau yang kaya dari aspek sumber daya alam, Bangka juga merupakan kepulauan yang kaya akan sumber daya kultural. Dengan kekayaan ini menunjukkan bahwa kepulauan ini merupakan pulau yang kaya dalam perpsektif budaya lokal yang majmuk.
Di luar daerah (Jogja misalnya), selain dikenal dengan masyarakat yang kaya dari sember materi atau karena tekenal dengan penghasil timah nomor wahid, masyarakat Bangka juga terkenal dengan sikap ramah dan memiliki toleransi yang tinggi sehingga mampu hidup saling berdampingan antar satu sama lain. Selain itu masyarakat Bangka juga memiliki tingkat religiusitas yang tinggi yang dibuktikan dengan kentalnya nuansa keagamaan serta banyak kegiatan keberagamaan secara rutin dirayakan sebagai momen kebersamaan. Bervariasinya kegiatan itu juga mewakili keunikan dan kekhasan yang tersendiri. Perayaan adat tradisi maupun yang bernuansa keagamaan juga disambut hangat oleh kelompok yang lain sehingga nilai saling menghargai sangat tampak
Adapun dominasi mayoritas yang lebih banyak jumlahnya merupakan suatu simbol bahwa mayoritas itu merupakan kelompok yang elastis dalam berkomunikasi serta dinamis dalam berinteraksi  dan yang sesuai dengan perkembangan sehingga mampu merangkul komponen-komponen lain sehingga membentuk komonitatas yang global, bukan merupakan suatu kelompok yang berkuasa, atau memiliki kewenangan yang tidak tak terbatas untuk menindas kelompok minoritas. Dengan kata lain kelompok yang lebih mendoninasai seharusnya menjadi tauladan bagi kelompok yang minor dan bisa menjadi payung pelindung serta dinding pelindung bagi mereka yang kecil.
Dalam teori kebudayaan dipaparkan bahwa masyarakat yang beridentitas adalah masyarakat yang menjunjung tinggi tradisi dan budaya lokal sehingga identitas itu menjadi “nama” yang khas bagai daerah itu sendiri. Semangat toleransi ini harus dipupuk dan dijunjung  tinggi sebagai bukti serta identitias pulau Bangka yang ramah, peduli, solid dan memiliki eksistensi toeransi yang tinggai.
Semua bentuk lembaga, intansi maupun organisasi harus berperan dalam meningkatkan nilai plural ini. Khususnya pihak pemerintah yang harus mampu menaungi keberagamanan ini dengan menyediakan ruang, wadah serta fasilitas untuk menampung segala perbedaan sebagai wujud dari penghargaan, kebesamaan serta persatuan. Lebih khusunya lagi kepada seluruh elemen serta lapisan masyarakat Bangka supaya mempertahankan serta mengembangkan sikap toleransi yang sudah tumbuh supaya kebersamaan, gotong-royong serta perdamaian akan tetap mewarnai pulau kita dan jadi diri kepulauan kita akan menarik para wisatawan sebagai stimulant untuk melirik kekayaan pulau kita sehingga pulau Bangka akan exis di kancah internasional.




PERTANYAAN DAN HARAPAN UNTUK TUHAN



1.      Tuhan kenapa Engkau ciptakan aku tanpa izinku?
2.      Tuhan kenapa Engakau mengikat aku dengan aturan-Mu?
3.      Tuhan kenapa Engkau tipu aku dengan kesenangan yang sebentar?
4.      Tuhan kenapa Engkau sediakan hanya dua tempat  yaitu Syurga dan Neraka?
5.      Tuhan kenapa Engkau sisksa aku karena pebuatanku?
6.      Tuhan keinginan-Mu yang menciptakanku tapi kenapa aku harus menderita akibat Engkau telah menciptakan aku?
7.      Tuhan dimana keadilan-Mu menyiksa ku padahal Engkau menginginkan keselamatan untukku?
8.      Tuhan aku tidak mengerti kenapa Engkau tidak mau menampakan dri-Mu?
9.      Tuhan apakah Engkau punya rahasia yang besar?
10.  Tuhan apakah aku berhak menjaga rasia-Mu?
11.  Tuhan pertemukan aku pada-Mu?
12.  Tuhan jika Engkau “ada” berilah pengertian padaku?
13.  Tuhan jika Engkau “tidak ada” maka sungguh akan binasa diriku?
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ