Oleh: Ahmad Habibi Ibn Ruslan_Jasimany
(Sang Pecinta Kebijaksanaan)
Bangka
merupakan kepulauan yang memiliki corak ras, suku dan agama yang variatif
sehingga bersifat multi_pluralis. Selain sebuah pulau yang kaya dari aspek
sumber daya alam, Bangka juga merupakan kepulauan yang kaya akan sumber daya
kultural. Dengan kekayaan ini menunjukkan bahwa kepulauan ini merupakan pulau
yang kaya dalam perpsektif budaya lokal yang majmuk.
Di luar
daerah (Jogja misalnya), selain dikenal dengan masyarakat yang kaya dari sember
materi atau karena tekenal dengan penghasil timah nomor wahid, masyarakat
Bangka juga terkenal dengan sikap ramah dan memiliki toleransi yang tinggi
sehingga mampu hidup saling berdampingan antar satu sama lain. Selain itu
masyarakat Bangka juga memiliki tingkat religiusitas yang tinggi yang
dibuktikan dengan kentalnya nuansa keagamaan serta banyak kegiatan keberagamaan
secara rutin dirayakan sebagai momen kebersamaan. Bervariasinya kegiatan itu
juga mewakili keunikan dan kekhasan yang tersendiri. Perayaan adat tradisi
maupun yang bernuansa keagamaan juga disambut hangat oleh kelompok yang lain
sehingga nilai saling menghargai sangat tampak
Adapun
dominasi mayoritas yang lebih banyak jumlahnya merupakan suatu simbol bahwa
mayoritas itu merupakan kelompok yang elastis dalam berkomunikasi serta dinamis
dalam berinteraksi dan yang sesuai
dengan perkembangan sehingga mampu merangkul komponen-komponen lain sehingga
membentuk komonitatas yang global, bukan merupakan suatu kelompok yang
berkuasa, atau memiliki kewenangan yang tidak tak terbatas untuk menindas
kelompok minoritas. Dengan kata lain kelompok yang lebih mendoninasai
seharusnya menjadi tauladan bagi kelompok yang minor dan bisa menjadi payung
pelindung serta dinding pelindung bagi mereka yang kecil.
Dalam
teori kebudayaan dipaparkan bahwa masyarakat yang beridentitas adalah
masyarakat yang menjunjung tinggi tradisi dan budaya lokal sehingga identitas
itu menjadi “nama” yang khas bagai daerah itu sendiri. Semangat toleransi ini harus
dipupuk dan dijunjung tinggi sebagai
bukti serta identitias pulau Bangka yang ramah, peduli, solid dan memiliki
eksistensi toeransi yang tinggai.
Semua bentuk lembaga, intansi maupun organisasi harus berperan
dalam meningkatkan nilai plural ini. Khususnya pihak pemerintah yang harus
mampu menaungi keberagamanan ini dengan menyediakan ruang, wadah serta
fasilitas untuk menampung segala perbedaan sebagai wujud dari penghargaan,
kebesamaan serta persatuan. Lebih khusunya lagi kepada seluruh elemen serta
lapisan masyarakat Bangka supaya mempertahankan serta mengembangkan sikap toleransi
yang sudah tumbuh supaya kebersamaan, gotong-royong serta perdamaian akan tetap
mewarnai pulau kita dan jadi diri kepulauan kita akan menarik para wisatawan
sebagai stimulant untuk melirik kekayaan pulau kita sehingga pulau
Bangka akan exis di kancah internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar