Selasa, 27 Agustus 2013

TOLERANSI KEBERAGAMAN




Oleh: Ahmad Habibi Ibn Ruslan_Jasimany
 (Sang Pecinta Kebijaksanaan)

Bangka merupakan kepulauan yang memiliki corak ras, suku dan agama yang variatif sehingga bersifat multi_pluralis. Selain sebuah pulau yang kaya dari aspek sumber daya alam, Bangka juga merupakan kepulauan yang kaya akan sumber daya kultural. Dengan kekayaan ini menunjukkan bahwa kepulauan ini merupakan pulau yang kaya dalam perpsektif budaya lokal yang majmuk.
Di luar daerah (Jogja misalnya), selain dikenal dengan masyarakat yang kaya dari sember materi atau karena tekenal dengan penghasil timah nomor wahid, masyarakat Bangka juga terkenal dengan sikap ramah dan memiliki toleransi yang tinggi sehingga mampu hidup saling berdampingan antar satu sama lain. Selain itu masyarakat Bangka juga memiliki tingkat religiusitas yang tinggi yang dibuktikan dengan kentalnya nuansa keagamaan serta banyak kegiatan keberagamaan secara rutin dirayakan sebagai momen kebersamaan. Bervariasinya kegiatan itu juga mewakili keunikan dan kekhasan yang tersendiri. Perayaan adat tradisi maupun yang bernuansa keagamaan juga disambut hangat oleh kelompok yang lain sehingga nilai saling menghargai sangat tampak
Adapun dominasi mayoritas yang lebih banyak jumlahnya merupakan suatu simbol bahwa mayoritas itu merupakan kelompok yang elastis dalam berkomunikasi serta dinamis dalam berinteraksi  dan yang sesuai dengan perkembangan sehingga mampu merangkul komponen-komponen lain sehingga membentuk komonitatas yang global, bukan merupakan suatu kelompok yang berkuasa, atau memiliki kewenangan yang tidak tak terbatas untuk menindas kelompok minoritas. Dengan kata lain kelompok yang lebih mendoninasai seharusnya menjadi tauladan bagi kelompok yang minor dan bisa menjadi payung pelindung serta dinding pelindung bagi mereka yang kecil.
Dalam teori kebudayaan dipaparkan bahwa masyarakat yang beridentitas adalah masyarakat yang menjunjung tinggi tradisi dan budaya lokal sehingga identitas itu menjadi “nama” yang khas bagai daerah itu sendiri. Semangat toleransi ini harus dipupuk dan dijunjung  tinggi sebagai bukti serta identitias pulau Bangka yang ramah, peduli, solid dan memiliki eksistensi toeransi yang tinggai.
Semua bentuk lembaga, intansi maupun organisasi harus berperan dalam meningkatkan nilai plural ini. Khususnya pihak pemerintah yang harus mampu menaungi keberagamanan ini dengan menyediakan ruang, wadah serta fasilitas untuk menampung segala perbedaan sebagai wujud dari penghargaan, kebesamaan serta persatuan. Lebih khusunya lagi kepada seluruh elemen serta lapisan masyarakat Bangka supaya mempertahankan serta mengembangkan sikap toleransi yang sudah tumbuh supaya kebersamaan, gotong-royong serta perdamaian akan tetap mewarnai pulau kita dan jadi diri kepulauan kita akan menarik para wisatawan sebagai stimulant untuk melirik kekayaan pulau kita sehingga pulau Bangka akan exis di kancah internasional.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar